Skip to main content

AU PAIR #4 (AU PAIR vs NANNY)

Hallo leute, wie geht?
Hallo semuanya, apa kabar?
Kali ini aku bakal bahas tentang perbedaan Au Pair dan Nanny (baby sitter/ pembantu). Setelah aku nulis tentang Au Pair, banyak yang ternganga saat aku bilang salah satu tugas Au Pair adalah “mengasuh anak”. Oke lah, kita memang tinggal di lingkungan yang menganggap bahwa “mengasuh anak” berarti jadi nanny. Atau beres-beres rumah orang adalah pembantu. Padahal, tidak semua yang mengasuh anak adalah nanny dan tidak semua yang beres-beres rumah orang lain  adalah pembantu. Kok Ratna bisa bilang gitu? Ya iyalah, orang aku di rumah beres-beres & mengasuh anak (ponakan), hahaha. Kalau bagi kalian mengasuh anak & beres-beres rumah adalah nanny & pembantu, berarti aku nanny dan pembantu tanpa bayaran donk? Hahaha Lol. Okeoke, yuk kita move ngebahas tentang hal ini.
Sebagimana yang sudah aku tulis di blog sebelumnya (klik di sini dan ini), bahwa Au Pair adalah program pertukaran kebudayaan. Namun banyak yang menanyakan “kok ada tugas mengasuh anaknya ya?” Padahal, Au Pair bukan berarti jadi pembantu ataupun nanny (baby sitter). Iya sih ada beberapa tugas yang sama, seperti mengasuh anak dan beres-beres rumah. Tapi, semua akan terasa berbeda setelah menjalankannya langsung pada diri kita. Dilihat dari satu sisi tugas dan kewajiban mereka memang serupa. Tapi, bukankah dengan begitu para peserta Au Pair bisa belajar mengenal budaya langsung dari dimana ia tinggal? Kita jadi survive bagaimana belajar mandiri saat tinggal di keluarga asing. Kita jadi tahu bagaimana harus bersikap di lingkungan dan orang-orang yang baru ditemui. Contoh, bagaimana cara mengasuh anak di Jerman dan di Indonesia itu berbeda. Bayi di Jerman itu nggak rewelan, mereka diajari mandiri dari kecil. Contoh lain, mencuci piring di Jerman tinggal masukin sabun ke mesin, pencet tombol, bisa ditinggal nonton tv. Kalau di Indonesia? Hampir semua pekerjaan rumah dilakukan dengan tangan sendiri. Contoh lagi, percakapan apa yang sopan dan tidak sopan menurut orang Jerman? So? Udah kelihatan belum perbedaannya? Hehehe.
Au Pair bukanlah pekerja, karena dari awal program Au Pair ini ditujukan untuk mereka yang ingin dan mau belajar kebudayaan di negara lain. Visa Au Pair juga bukan visa arbeit (bekerja) lhooo. Peserta Au Pair juga tidak diperbolehkan bekerja di luar pekerjaannya di rumah (kerja sambilan di tempat lain). Hal seperti ini dianggap ilegal oleh pemerintah, karena sekali lagi Au Pair bukan pekerja. Durasi Au Pair di Jermanpun sudah diatur, yaitu maksimal satu tahun. Sementara untuk nanny atau pembantu, bisa jauh lebih lama. Ada juga yang bahkan tanpa adanya kontrak durasi kerja.
Uang yang didapat dari program Au Pair hanya minimal 260 Euro saja. Sementara bekerja sebagai nanny/ pembantu dibayar ribuan Euro. Perbandingan yang jauh bukan? Yang lebih membedakan lagi, tugas dan kewajibannya. Au Pair hanya bekerja maksimal 30jam per minggu (5/6 jam kerja perhari), disekolahkan di sekolah bahasa dan budaya secara gratis, diberi fasilitas lengkap, hunian yang nyaman dan aman, dikasih hari libur dan boleh cuti, serta dicukupi kebutuhan hariannya. Menurut UU Au Pair di Jerman, Au Pair adalah bagian dari keluarga. Sementara Nanny adalah pekerja sepanjang hari tanpa batasan waktu.
Oke, sekian pembahasan tentang perbedaan Au Pair dan Nanny yaaa. Semoga dengan adanya tulisan ini, kita semua jadi lebih membuka wawasan dan pemikiran tentang program Au Pair ini. Untuk pertanyaan-pertanyaan selanjutnya, akan aku jawab di tulisan minggu besok yaaa. Kira-kira tentang apa ya? Sepertinya aku bakal bahas mengenai biaya persiapan Au Pair.
Lhoooo, katanya Au Pair gratis?!
Iya, program ini gratis. Tapi kan kita tetap butuh biaya untuk mempersiapkan segala syarat dan ketentuan untuk jadi Au Pair. Yang cerdas donk yaaa :D

Auf wiedersehen J

Comments

  1. Mbak. Di tunggu yaa posting ttg biaya ke jerman.
    Menarik bgt ceritanya. Buruan di update ya mbak. Regards

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halloooo...
      Iya, ada sedikit kendala teknis, segera aku upload. Maaf membuatmu menunggu lama :(

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

AUPAIR #5 (BIAYA PERSIAPAN AU PAIR)

Hallo leute! Wie geht? Gimana kabar kalian gaes? Sudah cari refrensi tentang Au Pair belum nih? Sudah ada yang les bahasa Jerman? Atau sudah ada yang nyicil bikin profile? Semangat terus yaaaa, pokoknya semangat!!! FYI: sepertinya keberangkatanku ke Jerman mundur bulan depan, karena dokumen dari orangtua asuh di sana belum sampai ke Indonesia, Hiks.  Tapi nggak papa, overall persiapan yang harus aku siapin udah kelar. Pokoknya tinggal nunggu dokumen dari orangtua asuh sebagai syarat membuat VISA AU PAIR. Mohon doa restu ya gaes. Bicara tentang Au Pair, udah tau kan Au Pair itu apa?  Au Pair itu bagaimana? Dan perbedaan Au Pair vs Nanny? Nah, untuk tulisan kali ini, aku akan kasih bocoran “ jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk persiapan Au Pair ”. Lagi-lagi ada yang berkomentar, “ Katanya Au Pair gratis, tapi kok ada biaya persiapannya sih? ”. Dan sekali lagi saya tekankan, yang gratis itu mengikuti program Au Pairnya, tapi untuk mengurus syarat mendaftarkan...

AU PAIR #1 (Apa itu Au Pair?)

“Mbak Na mau ke Jerman?” “Ratna mau ke Jerman? Waaah hebat” “Cuta ke Jerman ngapain? S2 ya?” “Ke Jerman gratis? Mau donk, gimana caranya?” Dan masih banyak pertanyaan teman-teman setelah tahu bahwa saya akan berangkat ke Jerman. Jadi biar lebih jelas, sekalian aja aku tulis di sini ya. Cerita ini berawal saat aku ikut les privat bahasa Jerman di tahun 2014. Mentorku ada dua, Frau Eva & Frau Wulan. Frau Eva adalah alumnus Au Pair Germany dan saat itu Frau Wulan adalah mahasiswi UNY Fakultas Pendidikan Bahasa Jerman (sekarang sudah menikah dan bekerja). Beribu terimakasih untuk kalian guru-guruku. Jadi, di awal belajar Frau Wulan bertanya “Apa motivasimu belajar bahasa Jerman?” Akupun menjawab seadanya “Aku ingin lanjut kuliah di Jerman, merasakan hidup teratur di Jerman, mencoba menjadi minoritas di suatu lingkungan baru, dan yang pasti aku ingin membawa perubahan saat kembali ke Indonesia”. Frau Wulan bilang “Kamu tahu Au Pair? Dengan Au Pair kamu b...