Skip to main content

AU PAIR #3 (Kenapa milih Au Pair?)

Kenapa Au Pair?

Karena semua peserta Au Pair pasti akan mendapatkan banyak pengalaman baru. Apalagi pengalaman Internasional. Bertemu orang-orang baru, budaya baru, bahasa baru, lingkungan baru, semua serba baru. Dan ini saya banget, suka dengan hal-hal baru yang tidak monoton. Lalu, apa aja sih sebenernya keuntungan ikut Au Pair di Jeman? Berikut saya ringkas keuntungannya:
1.     Gratis tinggal di Jerman selama satu tahun.
2.    Gratis kebutuhan hidup selama satu tahun.
3.    Gratis Kursus Bahasa Jerman selama satu tahun.
4.    Gratis Asuransi kesehatan satu tahun.
5.    Mendapatkan uang saku mulai dari 260 Euro & uang transportasi.
6.    Keliling benua Eropa tanpa harus membuat Visa ulang.
7.    Bisa mencari informasi kuliah/ beasiswa langsung di Universitas ternama di Jerman.
8.    Menambah teman & relasi dari seluruh dunia.
9.    Kuliah di Jerman setelah mengikuti program Au Pair.
10. Bertemu jodoh, dan menikah di Jerman (yang ini impian saya pribadi sih, hehe)

Tapi, walaupun kita dikasih fasilitas serba gratis, Au Pair ada nggak enaknya juga lho. Jadi, harus siap-siap waspada, jangan sampai hanya karena kaget, baru pertama sampai di Jerman, langsung nggak betah, malah pengen pulang. Kan lucu :D Segala sesuatu pasti ada baik buruknya kan 

Hal-hal yang harus diwaspadai oleh peserta Au Pair:

1.     NANGIS. Wajar sih kalau baru pertama merantau (jauh banget pula) terus nangis kangen rumah. Nggak papa kok, asal jangan sering-sering yaaa, kan kasihan tetangga kebisingan, hehehe.
2.    CULTURE SHOCK. Suatu kewajaran kalau kita baru masuk di suatu lingkungan, terus kaget dengan budaya di dalamnya. Apalagi kita tinggal satu rumah dengan orang asing.
3.    MISS KOMUNIKATION. Miss komunikasi sangatlah wajar, apalagi kita tinggal di keluarga dengan bahasa dan budaya yang berbeda dengan kita. Adakalanya GF minta diambilin ember, kita ngambilnya sikat. Minta dicuciin piring kita nyucinya sendok, hahaha. Nah, kalau GF marah, sebisa mungkin jangan langsung baper. Kenapa? Soalnya orang Jerman selalu to the point, nggak pakai basa-basi. Marah ya marah, salah ya salah, toh itu juga demi kebaikan kita sebagai Au Pair kan? Habis marah mesti langsung baik lagi kok, karena bagi mereka marah adalah mengutarakan isi hati. Ahaaaay.
4.    MERASA SENDIRI. Walau kita tinggal bersama keluarga asing, tapi ada kalanya Au Pair juga merasa sendirian lho. Wajar, karena lingkungan yang berbeda acap kali membuat peserta Au Pair merasa beda sendiri. Nah, positifnya di sini adalah bagaimana Au Pair bersosialisasi. Semakin sering kita bersosialisasi, semakin banyak teman baru yang akan mengajari kita banyak hal.
5.    KANGEN. Jangankan ke Jerman, Cuma kuliah di beda kota aja kita sering kangen keluarga, saudara, kerabat, dan teman kan? Apalagi yang anak rumahan, selalu dekat dengan keluarga, pasti kerasa banget kangennya. Perbanyaklah komunikasi dengan GF, pasti mereka akan banyak membantu meringankan kerinduan. Dengan diajak jalan-jalan ke luar negri, Prancis misalnya :D 

Tapi tenang aja, hal-hal nggak enak di atas akan hilang seiring berjalannya waktu kok. Selebihnya pasti enjoy, senang, berkesan. Bahkan banyak alumni program Au Pair yang ingin jadi Au Pair lagi, ingin tinggal di Jerman lebih lama lagi. Apalagi setelah dapat banyak teman yang asik diajak berbagi saat di Jerman. Semoga perjalanan menjadi Au Pair kalian mengasyikan kawan, amin 

Auf wiedersehen 

Comments

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  2. Mba, yg dimaksud dengan keliling eropa itu apakah GF akan mengajak kita untuk keliling eropa? Mungkinkah?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

AUPAIR #5 (BIAYA PERSIAPAN AU PAIR)

Hallo leute! Wie geht? Gimana kabar kalian gaes? Sudah cari refrensi tentang Au Pair belum nih? Sudah ada yang les bahasa Jerman? Atau sudah ada yang nyicil bikin profile? Semangat terus yaaaa, pokoknya semangat!!! FYI: sepertinya keberangkatanku ke Jerman mundur bulan depan, karena dokumen dari orangtua asuh di sana belum sampai ke Indonesia, Hiks.  Tapi nggak papa, overall persiapan yang harus aku siapin udah kelar. Pokoknya tinggal nunggu dokumen dari orangtua asuh sebagai syarat membuat VISA AU PAIR. Mohon doa restu ya gaes. Bicara tentang Au Pair, udah tau kan Au Pair itu apa?  Au Pair itu bagaimana? Dan perbedaan Au Pair vs Nanny? Nah, untuk tulisan kali ini, aku akan kasih bocoran “ jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk persiapan Au Pair ”. Lagi-lagi ada yang berkomentar, “ Katanya Au Pair gratis, tapi kok ada biaya persiapannya sih? ”. Dan sekali lagi saya tekankan, yang gratis itu mengikuti program Au Pairnya, tapi untuk mengurus syarat mendaftarkan...

AU PAIR #1 (Apa itu Au Pair?)

“Mbak Na mau ke Jerman?” “Ratna mau ke Jerman? Waaah hebat” “Cuta ke Jerman ngapain? S2 ya?” “Ke Jerman gratis? Mau donk, gimana caranya?” Dan masih banyak pertanyaan teman-teman setelah tahu bahwa saya akan berangkat ke Jerman. Jadi biar lebih jelas, sekalian aja aku tulis di sini ya. Cerita ini berawal saat aku ikut les privat bahasa Jerman di tahun 2014. Mentorku ada dua, Frau Eva & Frau Wulan. Frau Eva adalah alumnus Au Pair Germany dan saat itu Frau Wulan adalah mahasiswi UNY Fakultas Pendidikan Bahasa Jerman (sekarang sudah menikah dan bekerja). Beribu terimakasih untuk kalian guru-guruku. Jadi, di awal belajar Frau Wulan bertanya “Apa motivasimu belajar bahasa Jerman?” Akupun menjawab seadanya “Aku ingin lanjut kuliah di Jerman, merasakan hidup teratur di Jerman, mencoba menjadi minoritas di suatu lingkungan baru, dan yang pasti aku ingin membawa perubahan saat kembali ke Indonesia”. Frau Wulan bilang “Kamu tahu Au Pair? Dengan Au Pair kamu b...

AU PAIR #4 (AU PAIR vs NANNY)

Hallo leute, wie geht? Hallo semuanya, apa kabar? Kali ini aku bakal bahas tentang perbedaan Au Pair dan Nanny (baby sitter/ pembantu). Setelah aku nulis tentang Au Pair, banyak yang ternganga saat aku bilang salah satu tugas Au Pair adalah “mengasuh anak”. Oke lah, kita memang tinggal di lingkungan yang menganggap bahwa “mengasuh anak” berarti jadi nanny. Atau beres-beres rumah orang adalah pembantu. Padahal, tidak semua yang mengasuh anak adalah nanny dan tidak semua yang beres-beres rumah orang lain  adalah pembantu. Kok Ratna bisa bilang gitu? Ya iyalah, orang aku di rumah beres-beres & mengasuh anak (ponakan), hahaha. Kalau bagi kalian mengasuh anak & beres-beres rumah adalah nanny & pembantu, berarti aku nanny dan pembantu tanpa bayaran donk? Hahaha Lol. Okeoke, yuk kita move ngebahas tentang hal ini. Sebagimana yang sudah aku tulis di blog sebelumnya (klik di sini  dan ini ), bahwa Au Pair adalah program pertukaran kebudayaan. Namun banyak yang menan...